Teknik Bagi Guru dalam Membaca Cerita Anak

Teknik Bagi Guru dalam Membaca Cerita AnakTuntutan pekerjaan sebagai seorang pendidik ataupunĀ  guru memanglah tidak gampang. Anda dituntut harus memiliki kredibilitas serta kemampuan mengajar yang baik sehingga dapat membuat anak didik anda memahami pelajaran yang ingin anda sampaikan. Begitu pula dengan guru-guru pra sekolah, anda dapat memanfaatkan cerita anak untuk menyampaikan serta mengajarkan pesan moral bagi anak didik anda. Namun, membaca juga harus memiliki teknik agar murid anda tidak merasa jenuh namun tertarik dengan kisah yang anda bawakan.

Teknik Guru Membacakan Cerita Anak

Ketika anda bekerja sebagai guru terutama untuk anak-anak pra sekolah, anda akan sangat dituntut untuk mengajarkan pelajaran dengan cara yang kreatif. Hal ini dikarenakan anak-anak di usia pra sekolah masih sangat muda untuk anda ajak berkonsentrasi dan fokus pada sesuatu hal dalam jangka waktu yang lama. Membaca cerita anak tentunya menjadi salah satu mata pelajaran yang harus anda berikan kepada murid-murid anda. Nah, bagaimana cara membawakan sebuah dongeng agar murid-murid dapat tertarik dan fokus mendengarkan anda?

Teknik pertama yang harus anda lakukan adalah mengumpulkan murid-murid duduk dalam bentuk lingkaran sehingga anda dapat melihat semua murid dalam sekali melihat. Dengan begitu, murid-murid akan merasa diperhatikan oleh sang guru. Lalu, mulailah membuka buku cerita yang anda pegang, tunjukkan kepada murid anda buku apa yang anda pegang. Ajak mereka untuk ikut menebak sehingga mereka merasa terlibat di dalam kegiatan membaca tersebut.

Teknik selanjutnya adalah ketika anda membaca. Bacalah dengan suara yang lantang dan pengucapan kata yang jelas sehingga murid anda merasa tertarik untuk mendengarkan anda. Berikan keterangan yang jelas mengenai tokoh dalam cerita tersebut, asal usulnya, apa yang terjadi kepadanya dan dimanakah dia berada. Anda dituntut untuk ekspresif ketika membaca, sehingga murid anda dapat membayangkan ekspresi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam buku tersebut. Beberapa ekspresi yang dapat anda lakukan antara lain marah, sedih, malu, takut, gembira, dan berbagai ekspresi lainnya. Hal ini juga mengajarkan murid-murid anda cara mengekspresikan diri.

Related posts: